Beranda / Uncategorized / Hijrah Iblisiyah

Hijrah Iblisiyah

cerpen/ zaki mubarak

Oleh: Zaki Mubarak

 

Aku parkirkan segera Toyota CH-R putihku di depan diskotik yang cahayanya redup itu. Aku lihat sekeliling begitu banyak mobil mewah yang menunggu tuannya pulang dari gedung mewah ini. Sepertinya mereka bisa saling jatuh cinta antara mobil satu dengan yang lainnya. Mobil yang satu maskulin dan mewah dan yang satunya seksi nan menawan.

Segera aku langkahkan kaki bersepatu bermerk Nike berharga lima juta setengah ini ke pintu di sudut sana. Dua orang lelaki tegap berkumis tebal dan berkalung perak berdiri di samping pintu. Ia menganggukan kepalanya ketika aku datang. Maklum mereka sudah kenal dan sangat tahu aku. Mereka wajib menghormati pelanggan seperti aku, yang setiap malam minggu atau libur selalu datang setia untuk melampiaskan nafsu binatangku.

Temaramnya lampu di luar tidak sama dengan gemerlapnya lampu di dalam. Hingar bingar musik yang sangat merangsang terdengar sangat menghentak-hentak telingaku. Puluhan wanita seksi dengan bungkus yang begitu menggairahkan berjoget menemani para lelaki di hadapannya. Lampu-lampu kristal menghiasi gelanggang sensual yang menawan. Seorang DJ berbaju kaos tipis dan super cantik mengacungkan tangannya sambil mengomando para makmum jogetan musiknya.

Aku segera masuk ke ruang bar. Tanganku yang jahil senantiasa meraba kesensualan para wanita di jalanan. Mereka tersenyum senang. Aku segera meminta segelas bir yang harganya paling tinggi. Bir impor ini menjadi minuman wajibku ketika berkunjung ke sini. Harganya bisa mencapai limaratus ribu.

Di sudut utara terlihat para lelaki hidung belang memasuki ruang khusus bersama teman wanitanya. Ada beberapa yang sedang transaksi tawar menawar harga sebuah cinta semalam. Ada yang segera masuk dengan tangan yang berpengangan erat. Ada juga yang sedang memilih tiga wanita yang ditawarkan. Para pelayan pemuas nafsu itu menunjukan kemolekannya untuk segera dipilihkan.

Aku belum tertarik ke ruang itu. Aku hanya ingin menghabiskan minuman bir ini. Tanpa teman, tanpa wanita, tanpa kesedihan. Aku ingin menikmati bar, bir dan pertunjukan gratis di depanku atas goyangan para wanita dan para lelaki hidung belang.

*****

“Lepaskan. Lepaskan. Lepaskan.” Teriak seorang wanita berhijab membuyarkan lamunanku. Lamunan yang menerawang atas kesuksesan yang aku raih. Rumah mewah yang bertingkat. Empat mobil mewah lengkap dengan garasinya. Para wanita yang setia menemani ketika aku mau. Teman-teman yang semuanya setia untuk berpesta pora dimana saja. Dan tentu saja, angka sebelas dijit  yang tertera dibuku tabunganku dan sejumlah investasi di bursa efek yang membuat hidupku bukan kaum dhuafa.

“Wei wanita jalang, jangan teriak. Kau sudah milik kami, kau sudah dijual.” Teriak lelaki tegap berkulit hitam dan anting di telinga sebelah kirinya.

“Mas lepaskan aku. Aku tak mau mas. Lepaskan aku. Aku tidak tahu apa-apa.” Rengekan wanita berhijab pink itu memelas kepada lelaki itu.

“Diam kau.” Balas lelaki itu sambil terus menyeret dan memaksa wanita cantik berkulit putih itu masuk ke ruang di sebelah utara. Ya, ruang dimana para kaum lelaki pemburu seks hadir.

Mataku terus memelototi wanita itu. Pemandangan yang biasa buatku. Setiap minggu, kehadiranku telah biasa mendengar rintihan wanita seperti itu. Namun, hari ini terasa beda. Wanita ini sepertinya tidak biasa. Teriakannya begitu menyentuh kalbuku. Ia terlihat memandangku memelas. Matanya meminta sesuatu dariku. Aku pun tidak mengerti ada tetesan air matanya yang menyentuh nuraniku.

Aku berupaya singkirkan perasaan aneh itu. Namun, sepertinya bir yang aku minum tak cukup untuk membakar perasaan itu. Kerasnya musik di lantai joget tak mampu menghilangkan wajah wanita berhijab itu dalam otakku. Entahlah, perasaan yang aneh. Wanita yang lebih cantik darinya telah banyak aku nikmati sarinya, tapi kenapa ia begitu beda. Entahlah. Ada aura yang menusuk dalam hati yang paling dalam.

*****

Aku langkahkan kaki ke ruangan sebelah utara itu. Rasa penasaran atas wanita itu telah membuncah tak tertahankan. Aku segera menghubungi pelayan yang pastinya tidak akan asing bagiku. Ia sangat senang kehadiranku.

“Mas Andi. Pie kabare mas? Udah kebelet ya?” godanya. Ia udah paham tentang niat yang biasa aku lafadzkan di ruangan ini.

“Wah ‘mba ini bisa aja.” Jawabku.

“Mas, ada yang bisa saya bantu? Masih ada banyak stok nih. Atau kalau mas mau, ada yang baru juga. Bahkan ada yang masih belum tersentuh lho mas. Tapi mahal. Mahal buat mereka yang ga berduit. Buat mas mah, murah banget.” Tawar wanita pelayan itu kepadaku. Sekilas aku berpikir, ternyata harga diri para wanita itu tak ubahnya seperti harga barang di supermarket.

“Ehm, boleh dong ‘mba. Tapi boleh ga saya nanya?” tanyaku.

“wuish pake minta segala. Kan biasanya langsung aja kalau nanya ga pake izin segala.” Celoteh manja wanita pelayan itu.

“Tadi saya lihat ada wanita berhijab pink yang diseret lelaki berkaos hitam dan berkalung rantai. Apa dia di sini?” tanyaku sambil berharap dijawab dengan benar.

“Yang mana mas Andi?” wanita itu bertanya balik.

“Yang tadi. Yang mungkin lima belas menitan.” Terangku agar lebih mudah diingat oleh wanita itu.

“Oh itu. Mas Andi tertarik? Tapi ini mas masih orijinal dan belum jinak” jawabnya.

“Kalau mas mau, tadi manajer bilang bisa dibooking duapuluh lima juta, masih ting-ting mas. Tapi tidak janji bisa lancar selancar biasanya. Dia baru datang dan kita belum bisa on mas.” Lanjutnya dan membuat saya penasaran.

‘Sebentar ya mas, saya tanya dulu ke manajer.” Pinta wanita itu dengan segera masuk ke ruangan.

“Baiklah. Aku bisa nambahin harganya bila sukses mba.” Tambahku agar membuat yakin untuk bisa membawa wanita malang itu.

*****

Aku tancap gas Toyota CH-R ku dengan cepat menuju ke arah puncak. Wanita yang berhijab itu sudah di sampingku. Uang tigapuluh juta dapat menebusnya dari diskotik itu. Mereka percaya kepada pelanggan paling setia sepertiku untuk membawa kemana saja wanita yang dibookingnya.

Tak ada satu kata patahpun yang meluncur di bibir tipis wanita itu. Aku pun agak kaku membuka pembicaraan dengannya. Ia tak seperti wanita biasa yang aku booking tiap malam minggu. Ia sepertinya memiliki aura positif yang membuat para lelaki kagok untuk mendekatinya. Namun, aku tetap ingin mencoba mengenalnya.

“mba, namanya siapa?” godaku.

Wanita itu diam sambil memalingkan wajah cantiknya ke arah berlawanan. Jalanan yang begitu ramai di arah puncak lebih menarik daripada wajahku yang lumayan ganteng ini.

“Baiklah. Aku Andi. Sebenarnya aku membookingmu untuk memuaskan nafsuku, namun ada perasaan aneh ketika melihat mu. Aku akan biarkan kemauanku atas mu. Terserah kamu. Aku hanya ingin membebaskanmu dari diskotik itu. Aku melihat kau bukan tipe wanita seperti mereka. Sepertinya kau memiliki masalah. Aku ingin membebaskanmu. Itu saja.” Jelasku padanya.

Bukan jawaban yang ia ucapkan tapi tangisan yang meraung di sebelah kiriku. Aku kaget. Aku pinggirkan CH-R ku dan mencoba memahami wanita ini. Ia menatap wajahku, aku pun tak sanggup menatap balas dirinya. Wajahnya yang penuh dengan air mata membuatku luluh setengah mati. Auranya membuat hatiku tidak bisa menolak bahwa ia adalah wanita yang terjaga kesuciannya. Sinar matanya menunjukan bahwa ia adalah wanita terdidik yang memiliki kematangan psikologi yang baik.

“Mas, terima kasih.” Ucapnya pendek.

Aku tuntun wanita itu untuk keluar dari mobil. Di pinggir suasana puncak aku dudukan ia di batu pinggir jalan. Terlihat jalanan yang menanjak dan menurun di tebing puncak ini. Banyak mobil berlalu lalang dengan kecepatan padat merayap. Terlihat di kejauhan, ada api disepanjang jalan. Api obor yang memenuhi jalanan memanjang sekitar dua kilometeran. Di atas tebing itu aku bisa melihat dengan jelas pemandangan pawai obor itu yang indah itu.

“Mas, terimakasih telah menolongku. Allah telah mengabulkan do’a dalam tahajudku. Malaikat yang aku minta ternyata engkau mas. Terimakasih.” Ia membuka pembicaraan sambil duduk berdampingan di batu sambil melepas pandangan ke arah bawah dengan pemandangan api obor yang memanjang.

“Iya, tak apa. Mohon maaf bila aku membuatmu takut, atau kau anggap aku sebagai lelaki tak baik.” Jawabku tanpa melihat wajahnya sekalipun.

“Mas pokoknya aku ucapkan terimakasih. Di malam tahun baru hijiriah ini, do’aku terkabulkan. Sejak ayah yang kalah dalam berjudi dengan jaminan aku, aku tidak bisa berbuat banyak. Ayah menjual aku ke pengusaha diskotik itu. Aku harus menjadi pemuas seks para pelanggan. Aku tidak mau mas. Aku adalah wanita baik. Aku anak kuliahan semester terakhir yang harus kandas oleh kekhilafan sang ayah yang tak tahu diri. Aku ini bukan tipe wanita diskotik itu Mas. Aku berusaha menjadi sholeha walau pengetahuan agamaku tidak seberapa. Aku tidak ingin terjebak oleh nafsu syetan ayahku. Aku merindukan kehidupan yang bermakna. Berantakannya keluargaku tidak harus mengorbankan jalan lurus yang kutempuh” Celotehnya panjang dan penuh informasi tentang dirinya.

Aku terdiam tanpa sepatah katapun. Bukan tidak tertarik informasi tentangnya, namun ingin membiarkan ia bebas untuk mengatakan apapun yang ia ingin katakan. Suaranya tegar dan bahasanya terdidik. Tersirat kecerdasan yang luar biasa darinya.

“Lihatlah mas, di jalanan bawah sana. Pawai obor yang menjadi tanda mulainya tahun baru Islam. Pakaian yang tak mewah yang mereka kenakan tidak menghentikan kebahagiaan mereka dalam menyambutnya. Kegembiraan mereka ditandai dengan tertawa lepas tanpa beban. Mereka tak bermobil, tapi hatinya berkendara. Mereka tak punya rumah mewah tapi tempat tinggalnya lebih indah dari seisi dunia ini. Mereka dapat membahagiakan satu sama lainnya, bukan dengan harta yang mereka punya, tapi dengan hati yang saling memuliakan.” Ungkapnya meluncur dengan deras.

“Mereka sudah baik. Ilmu agamanaya terus digali. Komunitasnya menjaga imannya. Kesederhanaannya adalah pakainannya. Tawadhunya adalah sikapnya. Tidak ada ruang nafsu syaitoniyah dan iblisiyah dalam hatinya. Mereka saling menjaga untuk membuatkan jalan surga di akhirat kelak. Hidup mereka indah. Model Hijrah merekalah yang aku inginkan.” Tutupnya sambil meneteskan air mata.

Tak terasa, hati ini sangat pedih. Untaian kata-katanya telah menusuk relung yang paling dalam. Pemandangan ini telah menyadarkan begitu sederhanannya untuk berbahagia. Begitu bersahajanya kehidupan mereka. Begitu bahagianya visi misi kehidupannya. Mereka tidak bersiap untuk kehidupan kini, tapi mereka secara bersama bergotong royong untuk meraih visi kehidupan hebat di masa mendatang.

Aku? Malam inipun lupa bahwa ini malam tahun baru Hijriah. Aku tidak pernah menggunakan bacaan shalat dalam keseharianku. Ilang sudah PAI yang diajarkan di sekolah. Tidak pernah berdo’a karena merasa cukup materi yang aku dapat. Tidak pernah berpikir dosa karena berzina setiap minggu. Tidak pernah memikirkan akhirat. Mesjid hanya aksesoris apartemenku. Sajadah hanya sebagai pemanis lemariku. Qur’an pun hanya sebagai hiasan lemari buku yang tak pernah aku buka.

Wanita berhijab ini telah datang. Ia adalah malaikat yang menyadarkan. Ia datang dengan masalahnya yang berat untuk menyadarkan masalahku. Ia wanita yang bisa mendidik anaku-anaku kelak untuk sebuah nilai kehidupan. Kesederhanaan yang dipakai, ketawadhuan yang ditunjukan, keistiqomahan yang disikapkan, kesiapan menjemput hari akhirat yang divisikan. Ia akan menjadi antitesa kehidupanku. Ia akan menjadi obor baru dalam hijrahku.

Akhirnya, dengan menatap tajam wanita disampingku itu aku harus katakan isi hati ini. Ia pun menatap dengan air mata yang meleleh. Kita saling berpandangan. Lalu kata-kataku meluncur tak terkira.

“Wahaai wanita suci dan mensucikan. Allah telah mengirim malaikat itu kepadaku di malam tahun baru ini. Aku ingin berrhijrah dari iblis yang terkutuk. Aku ingin membunuh syetan yang memupuk nafsuku. Demi Allah, maukah kau menikah denganku?” {}

 

Bumisyafikri, 21/09/17

40 Komentar

  1. Abdullah Gimnastiar

    Tahun baru hijriyah, sebuah momentum untuk perubahan menuju lebih baik

  2. Subhanalloh Hidayah yang turun ketika pergantinan tahun baru hijria

  3. Subhanalloh Hidayah yang turun ketika pergantinan tahun baru hijriah

  4. Subhanallah.. The power of tahun baru hijriah

    Noviapuspita_PBA1B_IAIC_2017

  5. Subhanallah… Betapa beruntungnya ia di pertemukan dengan seorang wanita cantik nan shaliha dan Allah sekalipun menurunkan hidayah-Nya.

  6. Admin

    hidayah itu murah jika Dia berkehendak, namun sangat mahal jika Dia tak merestui. maka pantaskanlah kita mnjadi yg diridhoiNya

  7. Subhanallah walhamdulillah,,
    I can to give A comment here..
    Hidayah yang Alloh berikan dalam Tahun Baru Hijriyah

  8. Subhanalohh,,,sungguh alloh tlah menunjukan diantara keistimewaan bulan muharom

    Pipihsaripah_PBA1B_IAIC_2017

  9. Juara pa Haji..

  10. Subhanallah,sungguh allah maha berkuasa atas segala sesuatu.
    Fitri sri wahyuni_PBA_1B_IAIC_2017

  11. Subhanallah orang yang sudah jelas dosanya banyakpun masih di beri pertolongan sama allahbnernya allahmh adil pisan rahmat jg ksih sygna teu d psihkn k jalmi nu beriman hungkul bahkan k jalmi nu ts pguh tra ibadah k allah

  12. Subhanallah…perempuan itu sangat mulia,pasti dia akan dikasih jaminan pahala oleh Allah SWT.Karena,dia sudah bisa menahan dirinya dari goda’an syaitan&dia telah meimankan seorang lelaki yang telah kotor menjadi bersih..Sedikitnya perempuan jaman sekarang yang bisa seperti itu,malahan perempuan jaman sekarang malah sebaliknya.contohnya:yang tadinya menutup aurat malah sekarang dibuka auratnya ditambah dia akan menggoda para lelaki..dan akhirnya dia akan mempunyai dua dosa.

    #Tenimurahatani_PBA1A_IAIC_2017

  13. Salma Khiyarul Mala

    jika kita tetap ingin ada pada jalan-Nya, insyaa a Allaah akan ada yang menolong kita 🙂

  14. Subhanalloh,, memng alloh lah yang maha kuasa dan tidak ada yang tahu atas kehendak_Nya alloh is goffar( maha pengampun)

    #widia_PBA_A_IAIC_2017

  15. Subhanallah betapa istimewanya masa pergantian tahun baru islam ini…
    Perlu jadikan motivasi bagi kita utk terus terus dan terus memperbaiki diri kita menjadi manusia yang lebih baik lagi.

    Semangat!!!

    HilmiZainulHaq_PBA1A_IAIC_2017

  16. Subhanallah,, suatu pribadi menjadi diri sendiri dengan ke Istiqomahannya dalam menjalankannya syariat Islam,walaupun keluarganya sangat bertolak belakang..

  17. Subhanallah,, suatu pribadi menjadi diri sendiri dengan ke Istiqomahannya dalam menjalankannya syariat Islam,walaupun keluarganya sangat bertolak belakang..

    SelaMardianti_PBA1B_IAIC_2016

  18. Subhanallah,, suatu pribadi menjadi diri sendiri dengan ke Istiqomahannya dalam menjalankannya syariat Islam,walaupun keluarganya sangat bertolak belakang..

    SelaMardianti_PBA1B_IAIC_2017

  19. subhanalloh…. Sungguh Allah maha segalanya..

    siti safuroh PBA 1A IAIC 2017

  20. Santika Pba.b iaic.17

    Subhanallah sangat menghatukan sekali ..
    Tak selamanya harta menjadi jaminan hidup tuk memupuk ketenangan ,melainkan sebaliknya jika hidup sederhana namun paham akan komitmen hidup maka hati akan terasa tenang ..
    Dan bentuk hijrah yang paling sempurna ketika kedua insan saling melambaikan tangan tuk meraih menuju syurganya

  21. Subhanallah amazing….

    Erwinimron_PBA 1A_IAIC_2017

  22. subhanalloh, thanks sir..
    SifaMupidah_EkosyIIIB_IAIC_2017

  23. Subhanalloh Alloh memberikan hidayahnya kepada siapa yang ia kehendaki… Berhijrahlah !!!

  24. Subhanallah,,,
    Kekuatan iman yang mampu menuntun kehidupan ini..

  25. Subhanallah,,,
    Kekuatan iman yang mampu menuntun kehidupan ini..

    #Bella_PBAA_IAIC_2017

  26. Noer Rismawati Noer Rismawati

    Amazing, subhanallah

  27. Mutia Nurul Wahidah

    Subhanalloh.. hidayah itu bukan ditinggu.. tapi dijemput atas kesadaran kita..
    Sippp
    #mutianw_pba-a_iaic17

  28. Subhanallah….
    Suatu pertolonggan yang Allah SWT berikan kepada hamba yang teguh, sabar ,iklas , dan pasti bertakwa..
    Itulah wanita mebawa keberkahan bagi dirinya dan menjadi penerang bagi orang yang mendapt pertolngan dari Allah SAW.

    ##Pasti akan lebih seru lagi kalow dijadikan novel ,pak.

    Nurhotimah_PBA_B1_IAIC 2017

  29. subhanalloh.. Keberkahan saat Tahun Baru Hijriyah

  30. Waw bahasa sastranya menyentuh ranah rasa bgt pak…
    Dederosadi-pba 1 a_iaic_2017

  31. Subhanalloh terharu banget bacannya .. Alloh membuktikan kasih sayangnya kpd lelaki itu dengan mempertemukannya dengan seorang wanita sholehah yg bisa membuka mata hatinya menuju jalan yg diridhoi alloh .

    Ernapurnamasari_PBA1A_IAIC_2017

  32. Subhanalloh.. Berkah bulan muharrom begitu menakjubkan..

  33. oke

  34. Jajang Abdulhamid

    Sangat terasa masuk dicerita karena belum bisa hijran islamiyah

  35. MasyaAllah………Amazing.

  36. Dahsyat luar biasa hidayah hanya untuk orang yang dikehendaki..

  37. Subhanalloh…begitu istimewanya mlm tahun baru hijriyah..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *