Beranda / Hubungan Faktual Indonesia -Suriah

Hubungan Faktual Indonesia -Suriah

 

*Syeikh Dr. Adnan al-Afyouni (Mufti Damaskus dan Ketua Dewan Rekonsiliasi Nasional, Suriah)* mengatakan antara lain:

a. Kami terus mempererat hubungan dengan Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Agama, dalam bidang pendidikan. Tahun ini pemerintah Suriah bekerjasama dengan Alsyamsi kembali memberikan beasiswa kepada 30 orang mahasiswa Indonesia, satu-satunya beasiswa resmi pemerintah Suriah untuk mahasiswa.

b. Indonesia adalah sahabat sejati, yang dalam keadaan konflik tetap mempertahankan Kedubesnya di Suriah. Ini juga yang menjadi alasan, Indonesia satu-satunya yang mendapat beasiswa. Saat konflik terjadi, banyak pelajar yang kembali ke negara masing-masing, tapi pelajar Indonesia banyak yang bertahan. Kami beri perlindungan khusus untuk pelajar Indonesia yang tetap bertahan. Pelajar Indonesia akhlaknya sangat baik sehingga sangat dihormati di Suriah. Kami mencintai Indonesia karena terkesan dengan akhlak pelajar Indonesia. Kecintaan kami kepada Indonesia adalah kecintaan kepada sahabat sejati.

c. Kami masyarakat Suriah adalah masyarakat toleran, terdiri dari berbagai agama dan mazhab, tapi hidup damai. Rumah kami sama, dan kami biasa makan bersama tanpa membeda-bedakan agama atau suku.

d. Agama itu mempersatukan, bukan memecah belah. Krisis Suriah adalah krisis politik, bukan agama, yang terjadi akibat adanya konflik kepentingan dunia. Negara-negara yang terlibat, mereka melakukannya untuk kepentingan masing-masing.

e. Suriah sebelumnya negara paling aman di dunia, tidak pernah terjadi konflik etnis, dan harga-harga murah, tidak ada orang yang benar-benar miskin di sana. Tapi kenapa ada pemberontak? Apakah mereka miskin? Bukan, ini provokasi negara-negara yang ingin menguasai kami. Ingin menguasai minyak dan gas kami seperti di Irak.

f. Di Suriah, pendidikan dan kesehatan gratis untuk semua orang sehingga tidak ada celah yang bisa dimainkan selain isu agama. Mereka menjadikan isu agama agar Suriah pecah belah. Isu yang dimunculkan antara lain, orang Kristen dan Syiah akan dibunuh. Tapi isu ini gagal. Masyarakat Suriah tidak mau diadu domba melalui isu agama.

g. Konflik di Suriah berasal dari luar, dan saat ini sudah lelah dan menyadari tidak ada gunanya konflik sehingga semua elemen sepakat akan melakukan rekonsiliasi. Presiden Basar Asad menyatakan akan memaafkan siapa saja yang memusuhinya, dan siapa saja yang menolak rekonsiliasi harus hengkang dari Suriah. Rekonsiliasi Nasional ini akan terus diupayakan demi kecintaan kepada Islam dan kepada Rasulullah SAW. Para pemimpin oposisi sudah kita ajak dialog membicarakan untuk Suriah yang baru dan masa depan yang lebih baik. Kami tidak akan lagi saling menyalahkan, tetapi kami fokus pada rekonsiliasi.

h. Pesan kami untuk masyarakat Indonesia, kepentingan negara adalah di atas segalanya. Kepentingan negara di atas perasaan dan emosional kita. Orang beriman tidak mungkin memprovokasi kerusakan negaranya. Mukmin sejati tidak melakukan sesuatu yang membahayakan negaranya. Orang-orang yang memprovokasi kerusakan negaranya, bukan mukmin sejati. Semua komponen bangsa agar bersepaham, sehingga dapat menghindari terjadinya konflik.